Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2009 Diprediksi Jatuh ke 3,7%
Rabu, 12 November 2008 - 17:06 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun mendatang diperkirakan akan jatuh secara tajam ke level 3,7 persen. Ini ditenggarai akan menjadi pukulan telaku dari krisis keuangan yang melanda dunia saat ini.
"Kondisi perekonomian Indonesia akan memburuk, dengan prediksi pertumbuhan turun drastis ke 3,7 persen pada tahun 2009. Semakin jelas terlihat bahwa, tidak ada satu negara pun yang kebal krisis keuangan global yang melanda dunia," ucap Direktur Corporate Network sekaligus pakar Asia Tenggara dari Economist Intelligence Unit (EUI) Justin Wood, lewat siaran pers, Jakarta, Rabu (12/11/2008).
Menurut Wood, pertumbuhan pesat dalam investasi aset tetap yang telah dinikmati
Selain adanya penurunan pertumbuhan ekonomi, Menurut Wood, pada tahun mendatang akan ada peningkatan aliran modal keluar dari
Prediksi itu dimuat dalam laporan EUI tentang kajian risiko bisnis di
Laporan tersebut juga memperingatkan akan adanya masa-masa sulit yang akan dihadapi
"Nilai Rupiah terhadap dolar Amerika telah turun secara drastis dalam beberapa minggu terakhir, dan meskipun kejatuhan mata uang atau krisis neraca pembayaran tidak akan terjadi pada tahap ini, namun risiko pelarian modal, terutama dari investor domestik yang sejauh ini percaya kepada rupiah, masih tetap ada," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Mirza Adityaswara menyatakan, bahwa sektor perbankan harus diperkuat, sehingga bisa menggerakan sektor riil.
Jika tidak, maka prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun drastis ke level 3,7 persen pada tahun depan, kemungkinan akan terwujud. Prediksi pertumbuhan tersebut dikeluarkan oleh Economist Intelligence Unit (EIU).
"Banking sector harus stabil karena ini merupakan pilar utama perekonomian untuk bisa menggerakan sektor riil. Prediksi pertumbuhan ekonomi 3,7 persen merupakan yang terendah yang pernah saya dengar saat ini," ungkap Mirza.
Dia menambahkan, setelah sektor perbankan sudah stabil, maka giliran Bank Indonesia menjaga tingkat suku bunga. Kendati demikian, Mirza menekankan, itu bukan berarti BI harus cenderung untuk menaikkan suku bunganya lagi
"Suku bunga yang sekarang ini bisa dimaintenance, tp tidak ada kecenderungan untuk naik. Mungkin suku bunga baru bisa diturunin di akhir kuartal 1 tahun 2009," pungkasnya. (ade) (rhs)
Sabtu, 04 April 2009 20:00
Menteri ESDM : IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 3,5%
YOGYAKARTA.Ditengah krisis ekonomi global,
"Dengan laju sebesar itu posisi
Diungkapkan oleh Menteri ESDM, sektor ESDM selama ini memiliki peran yang strategis dalam perekonomian Indonesia. Baik sebagai sumber penerimaan Negara, penarik investasi, penggerak roda perekonomian, mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga menyediakan lapangan kerja baik langsung maupun tidak langsung.
Sebagai gambaran Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menuturkan pada tahun 2008, sektor ESDM memberikan kontribusi dalam penerimaan sebesar Rp. 349.477,30 miliar atau sekitar 36% dari total penerimaan Negara. Sedang lapangan pekerjaan, baik langsung maupun tidak langsung, yang bias disediakan mencapai 1.752.956 pekerja.
Kendati memiliki kontribusi yang tergolong cukup besar, namun Sektor ESDM bukan termasuk yang mendapatkan aliran dana APBN yang besar. Sebagai gambaran pada tahun 2008 plowback atau alokasi dana APBN untuk sektor ESDM sebesar Rp 5.903,17 miliar atau sekitar1,69% total belanja Negara. "Peran sektor ESDM ini masih akan terus berlanjut,'' papar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.
Pada kesempatan tersebut juga diungkapkan guna mengakomodir tantangan perekonomian global, tuntutan demokratisasi, desentralisasi, HAM, lingkungan hidup serta meningkatkan penerimaan negara telah disahkannya Undang-Undang No.4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. UU Nomor 4 Tahun 2009 ini sebagai pengganti UU Nomor 11 Tahun 1967.
''Dengan diberlakukan UU Nomor 4 Tahun 2009 maka akan dapat meningkatkan nilai tambah produk pertambangan sehingga lebih menguntungkan bagi negara,'' ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Selain itu UU tersebut juga mengamankan dan melindungi semua kontrak dan kuasa pertambangan serta memberikan perlindungan bagi lingkungan dan konservasi sumber daya mineral.
Menteri ESDM juga memaparkan peluang pengembangan sektor energi dan sumber daya mineral dengan memberikan penjelasan mengenai potensi cadangan dan produksi energi dan sumber daya mineral di Indonesia. Dalam acara yang mengambil tema "Tantangan Ekonomi Dunia Menghadapi Krisis Global Dari Sudut Pandang Sektor ESDM", hadir Kepala Badan Diklat ESDM Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Keuangan serta Kepala Biro Prencanaan dan Kerjasama ESDM
Forecast Ekonomi Indonesia 2009
Resesi yang bermula di
Berdasrkan business week, diperkirakan kekayaan orang
Krisis ini juga menghantam sektor riil. Perusahaan raksasa otomotif
Krisis
Apabila kita tarik mundur di mana terjadi krismon tahun 1998 yang mendera negara-negara asia termasuk Indonesia, krisis keuangan kali ini jauh lebih parah dan besaar. Krisis kali ini membuat perekonomian global meltdown menuju jurang resesi, sesuram great depression tahun 1930. Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, risiko perlambatan ekonomi tak bisa dihindari, dampaknya diprediksi akan cukup dalam pada semester I tahun 2009 ini. Penyebabnya, faktor pendorong pertumbuhan (ekspor dan investasi) terpukul. The most severe impact memang sektor riil, di mana lesunya permintaan global akan membuat industri berbasis ekpor seperti kerajinan-meubel-tekstil akan merosot tajam.
Sektor moneter juga berisiko pada tahun 2009 ini. Cadangan devisa kita sudah melorot. Sepanjang 2008 Rp telah terdepresiasi +/- 16% dari semula 9.395/dolar menjadi 11.100/dolar. Terus melemahnya Rp dapat memicu inflasi yang makin tinggi. Namun d tengah2 threat tersebut, masi ada secercah harapan. Sektor energi, pangan, dan juga infrastruktur dinilai masih menjanjikan dan memeberikan opportunity. Bank Indonesia, selaku bank central membuat kebijakan2 breakthrough dengan menurunkan suku bunga acuan. Suku bunga BI rate diturunkan sebesar 50 basis poin menjadi 8,75%. Keputusan penurunan BI rate ini diambil setelah melihat kondisi keseluruhan ekonomi moneter dan prospek perekonomian 2009.
Beberapa sektor dinilai masih berpotensi bertahan bahkan tumbuh, yaitu sektor usaha kecil dan menengah. Sektor energi terutama batubara dan gas, tetap berpotensi bangkit kendati tahun lalu harga cenderung menurun. Sektor pangan dan infrastruktur juga masih berpotensi pada tahun 2009 ini. Sektor energi, pangan dan infrastruktur masih memberikan harapan karena 3 sektor ini mempunyai pangsa pasar yang besar, ketiganya ini akan menjadi pilar-pilar penting.
Prediksi Pertumbuhan Versi Pemerintah
Perkebunan = 2,5%
Kehutanan = -2,5%
Pertambangan migas = 2,5%
Industri nonmigas = 2,0%
Listrik, gas, dan air minum = 6,5%
Bangunan = 5,0%
Perdagangan = 6,5%
Telekomunikasi = 10,0%
Keuangan = 5,0%
Tujuh Agenda Ekonomi Prioritas 2009
1. Membatasi pengangguran baru akibat resesi di dunia
2. Mengelola inflasi oada batas tertentu
3. Menjaga sekuat tenaga gerak sektor riil dengan sejumlah kebijakan, termasuk insentif fiskal
4. Mempertahankan daya beli masyarakat
5. Melindungi masyarakat miskin dengan penyaluran bantuan langsung tunai dan lain2
6. Memelihra kecukupan pangan dan energi
7. Menjaga momentum pertumbuhan di atas 4,5%
Sumber: TEMPO, edisi 12, 18 Januari 2009